Anak ku belum bisa melempar bola, masalah ga ya ?
oleh : tutut puspita sari (pita)
![]() |
Saat anak anak bermain banyak hal yang bisa ayah dan bunda amati, salah satunya saat anak anak bermain lempar tangkap bola. Apakah anak anak sudah bisa? Jika belum bunda perlu sedikit lebih memperhatikan tanda tanda ini, karena bisa jadi anak anak memiliki permasalahan praxis atau dyspraxis
Apa sih Dyspraxia itu?
Dyspraxia merupakan gangguan dimana otak kurang mampu memproses pesan secara baik dan benar sehingga menyebabkan kurang mampunya mengorganisasi suatu gerakan. Hal itu dapat mempengaruhi semua fase dan aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan anak termasuk fisik, sosial, memori, bahasa, indra pembangunan, pertumbuhan intelektual dan emosional. Sulit untuk mendeteksi anak dengan dyspraxia karena perkembangan tiap anak yang berbeda-beda. Tapi umumnya anak penderita dyspraxia baru terdiagnosis saat menginjak usia lima tahun atau lebih.
Berikut ada 3 jenis dyspraxia yang perlu Anda ketahui:
· Dyspraxia oral, yaitu ketidakmampuan menghasilkan gerakan mulut, misalnya sulit mengunyah, menyebutkan huruf, mengeja, sulit mengeluarkan kata-kata dan kesulitan berbicara dan lain-lain
· Dyspraxia verbal, yaitu ketidakmampuan menghasilkan bunyi, membentuk kata, misalnya pada anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara.
· Dyspraxia motor, yaitu ketidakmampuan bergerak atau mengatur gerakan-gerakan yang perlu sesuai rencana. Gangguan pada motorik kasar misalnya kesulitan berjalan, berlari, melompat, menjaga kesimbangan, melempar bola dan sebagainya. Sedangkan gangguan pada motorik halus seperti kesulitan dalam menyika gigi, mengikat tali sepatu, mengancingkan baju dan lain-lain.
Aapa saja tanda dan gejala-gejala pada anak dengan Dyspraxia?
Terdapat beberapa tanda dan gejala-gejala pada anak dengan dyspraxia yang perlu Anda ketahui. Berikut beberapa tanda dan gejala-gejalanya:
l Kemampuan menulis dan menggambar yang buruk
l Kesulitan menjalankan instruksi
l Memiliki konsentrasi yang pendek dan terbatas
l Anak mudah stress dan mengamuk
l Kesulitan bermain yang membutuhkan koordinasi tubuh, seperti menyusun balok atau puzzle
l Pola tidur anak yang buruk
l Motorik anak tidak terkoordinasi dengan baik
l Tidak mampu duduk tenang.
l Anak memiliki tingkat percaya diri yang rendah
l Anak lebih suka main sendiri
l Rentang perhatian yang pendek
l Kurang tertarik dengan mainan imajinasi
l Sering jatuh dan menabrak sesuatu ketika berjalan
l Tahap tumbuh kembang yang tidak tercapai
Lalu apa yang harus dilakukan jika anak ayah dan bunda memiliki ciri ciri diatas?
Tidak perlu khawatir ya bund, bunda boleh segera membawa ananda ke dokter tumbuh kembang anak, nantinya dokter tumbuh kembang akan mengarahkan ke terapi .

Posting Komentar