FUNGSI BERMAIN KREATIF BAGI ANAK USIA DINI
FUNGSI BERMAIN KREATIF BAGI ANAK USIA DINI
Oleh : Fitriani Nurul Padilah,S.Pd
Bermain bagi anak merupakan kegiatan yang dapat disamakan dengan bekerja pada orang dewasa. bermain memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan seorang anak.
Kegiatan bermain dapat mengembangkan berbagai potensi fisik anak tetapi juga pada perkembangan kognitif, bahasa, sosial, kreatifitas, emosi, dan pada akhirnya prestasi akademik. Dalam kegiatan bermain terdapat berbagai kegiatan yang memiliki dampak terhadap perkembangan sehingga dapat diidentifikasi bahwa fungsi bermain antara lain:
Dapat memperkuat dan mengembangkan otot dan koordinasinya melalui gerak, melatih motorik halus, motorik kasar, dan keseimbangan. ketika anak bermain fisik anak juga belajar memahami bagaimana kerja tubuhnya
Dapat mengembangkan keterampilan emosinya, rasa percaya diri pada orang lain, kemandirian dan keberanian untuk berinisiatif karena saat bermain anak sering berperan menjadi orang lain, binatang atau karakter orang lain. anak juga belajar melihat dari sisi orang lain (empati)
Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya karena melalui bermain anak seringkali melakukan eksplorasi terhadap segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitarnya sebagai wujud dari rasa keingintahuannya
Dapat mengembangkan kemandiriannya dan menjadi dirinya sendiri karena melalui bermain anak selalu bertanya, meneliti lingkungan, belajar mengambil keputusan, dan berlatih peran sosial sehingga anak menyadari kemampuan serta kelebihannya.
Agar fungsi bermain dapat terlaksana dengan baik, terdapat enam karakteristik kegiatan bermain pada anak yang perlu dipahami oleh stimulator, antara lain:
Bermain datang dari dalam diri anak artinya, keinginan bermain harus muncul dari dalam diri anak sehingga anak dapat menikmati sesuai dengan caranya sendiri, itu artinya bermain dilakukan dengan kesukarelaan, bukan paksaan
Bermain adalah aktifitas nyata dan sesungguhnya, oleh karenanya bermain melibatkan partisipasi aktif baik secara fisik maupun mental, seperti saat anak bereksplorasi dengan air.
Bermain fokus pada proses daripada hasil artinya, dalam bermain anak mengenal dan mengetahui apa yang ia mainkan dan dapatkan keterampilan baru
Bermain didominasi oleh pemain dimana pemainnya adalah anak itu sendiri, bukan didominasi oleh orang dewasa
Bermain melibatkan pemain secara aktif, artinya anak sebagai pemain harus terjun langsung dalam bermain. jika anak pasif dalam bermain maka ia tidak akan memperoleh pengalaman baru karena bagi anak bermain adalah bekerja untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru

Posting Komentar