ARE YOU WORKING PARENTS ?
Today
ANAK KU TIDAK MAU DISENTUH

ANAK KU TIDAK MAU DISENTUH

· Cenderung tidak suka disentuh apalagi dipeluk, bahkan memukul. Hal ini secara tidak langsung akan memengaruhi interaksi anak dengan teman-temannya di sekolah maupun di lingkungan rumahnya.

· Sulit mencoba makanan yang baru atau tidak dikenalnya, kurang suka dengan makanan dengan tekstur tertentu, seperti kenyal, kental, atau licin. Kondisi ini akan memengaruhi pola makan anak.

· Kesulitan menyadari benda yang dipegangnya jatuh, kurang mampu mengenali benda yang dirabanya tanpa melihatnya terlebih dahulu. Sehingga ia sering mengalami ketinggalan atau kehilangan barang.

Nah ada nih beberapa tips permainan untuk mainan untuk perkembangan taktil anak Salah satu cara yang disarankan adalah memberikan stimulasi sambil bermain.

Jenis permainan yang dapat dimainkan bersama antara lain:

· Bermain dengan benda padat seperti bola, kelereng, daun, alat musik, matras, dan bantal. Berikan kesempatan kepada anak menyentuh semua benda tersebut dan merasakan perbedaanya.

· Bermain dengan benda cair seperti finger painting dengan menggunakan pewarna makanan atau cat air, bermain tepung yang diberi air, membantu mencuci mobil atau sepeda kesayangannya, dan lain-lain.

· Bermain dengan benda yang kenyal dan lembut seperti playdough, lilin malam, tanah liat, bubur kertas, dan sebagainya. Bermain dengan benda bertekstur kasar, halus, tajam, tumpul seperti bermain kacang-kacangan, dan pasir.

· Bermain pura-pura (pretend play), bermain dengan melihat mimik wajah di cermin, mengenalkan berbagai macam ekspresi kepada anak. Jika anak melakukan hal yang lucu maka tertawalah, jika anak melakukan sesuatu yang menyakiti kita, meringislah sambil menunjukkan kepada anak bagian yang telah disakitinya.

 

Perlu diingat ya bund, bahwa setiap anak wajib melewati tahapan perkembangan yang ada begitu pula tahapan sensori, karena setiap perkembangan saling terhubung dengan satu yang lainnya. Jika tahapan sensori motor tidak terpenuhi maka akan berdampak pada perkembangan lainnya.  

-->
DAMPAK POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK
apa itu ADHD?

apa itu ADHD?

1.     1. Inatentif

Mudah teralihkan oleh pandangan dan suara yang tidak relevan, bergeser dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya dan tampak mudah bosan. Sering kehilangan barang dan menjalani kehidupan yang tidak teratur.

2.     2.   Hiperaktif

Nampak dalam gerakan yang constant, terus menerus “bergerak”, seolah-olah dikendalikan oleh sebuah motor, sering merasa gelisah, banyak bicara, tidak dapat tenang atau diam, sering membuat gaduh, selalu memegang apa yang dilihat, suka teriak-teriak, sulit duduk diam.

3.       3. Implusif

Bertindak dan berbicara sebelum berpikir, bisa menyelesaikan tugas dengan cepat tetapi dengan cara ceroboh, menyukai kecepatan dibanding ketepatan.

-->
 ANAK SAYA KOK MUDAH TERDISTRAKSI?
Anak mengembangkan kemampuan fisik
Anak ku masih jinjit, gimana ya ?

Anak ku masih jinjit, gimana ya ?

1. Sensori taktil, yang berkaitan dengan indera peraba untuk merasakan berbagai tekstur di kaki

2. Sensori vestibular, yang melatih keseimbangan

3. Sensori proprioseptif, yang melatih kekuatan sendi dan koordinasi gerak

4. Motorik kasar

Kalau anaknya masih jalan jinjit, artinya sensori dan motoriknya belum matang, dan itu akan mempengaruhi motorik mulutnya untuk dapat berbicara.

Lalu apa hubungannya dengan keterlambatan bicara?

Untuk dapat berbicara, anak harus memiliki kekuatan motorik mulut yang kuat terlebih dahulu. Dan untuk mendapatkan kematangan motorik mulut tersebut, anak harus matang dulu di motorik kasar (tangan dan kaki), serta motorik halusnya (jari-jari). 

Selain keterlambatan bicara, ada banyak kondisi yang diawali dengan berjalan jinjit lewat dari usia seharusnya.  

-->
 Anak ku belum bisa melempar bola, masalah ga ya ?

Anak ku belum bisa melempar bola, masalah ga ya ?

· Dyspraxia oral, yaitu ketidakmampuan menghasilkan gerakan mulut, misalnya sulit mengunyah, menyebutkan huruf, mengeja, sulit mengeluarkan kata-kata dan kesulitan berbicara dan lain-lain

· Dyspraxia verbal, yaitu ketidakmampuan menghasilkan bunyi, membentuk kata, misalnya  pada anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara.

· Dyspraxia motor, yaitu ketidakmampuan bergerak atau mengatur gerakan-gerakan yang perlu sesuai rencana. Gangguan pada motorik kasar misalnya kesulitan berjalan, berlari, melompat, menjaga kesimbangan, melempar bola dan sebagainya. Sedangkan gangguan pada motorik halus seperti kesulitan dalam menyika gigi, mengikat tali sepatu, mengancingkan baju dan lain-lain.

Aapa saja tanda dan gejala-gejala pada anak dengan Dyspraxia?     

Terdapat beberapa tanda dan gejala-gejala pada anak dengan dyspraxia yang perlu Anda ketahui. Berikut beberapa tanda dan gejala-gejalanya:

l Kemampuan menulis dan menggambar yang buruk

l Kesulitan menjalankan instruksi

l Memiliki konsentrasi yang pendek dan terbatas

l Anak mudah stress dan mengamuk

l Kesulitan bermain yang membutuhkan koordinasi tubuh, seperti menyusun balok atau puzzle

l  Pola tidur anak yang buruk

l Motorik anak tidak terkoordinasi dengan baik

l Tidak mampu duduk tenang.

l Anak memiliki tingkat percaya diri yang rendah

l Anak lebih suka main sendiri

l Rentang perhatian yang pendek

l Kurang tertarik dengan mainan imajinasi

l Sering jatuh dan menabrak sesuatu ketika berjalan

l Tahap tumbuh kembang yang tidak tercapai

Lalu apa yang harus dilakukan jika anak ayah dan bunda memiliki ciri ciri diatas?

Tidak perlu khawatir ya bund, bunda boleh segera membawa ananda ke dokter tumbuh kembang anak, nantinya dokter tumbuh kembang akan mengarahkan ke terapi .

 

-->